oleh

Matinya Keadilan di Pengadilan Negeri Pasangkayu

Bagikan Artikel Ini

PASANGKAYU– Pengadilan Negeri Pasangkayu menggelar sidang pembacaan putusan atas kasus yang melibatkan Hemsi (petani Rio Pakava yang dituduh mencuri di lahannya sendiri).

Dalam proses persidangan ini, Hemsi yang didampingi oleh kuasa hukumnya serta puluhan petani Rio Pakava yang datang memberikan dukungan, tetap tenang mendengarkan pembacaan putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim.

Dalam pembacaan ini, Majelis Hakim menyatakan bahwa, Hemsi terbukti secara Sah melakukan pencurian di lahan milik PT. Mamuang, sehingga dia dijatuhi hukum 5 bulan penjara.

Setelah pembacaan ini, Hemsi dan kuasa hukumnya tidak menerima putusan yang dibacakan Hakim serta menyatakan Banding.

“Saya tidak mencuri seperti yang dituduhkan oleh PT. Mamuang karena itu adalah lahan saya dan saya akan terus memperjuangkan hak atas tanah ini sampai kapanpun”. Jelas Hemsi.

Bentuk kekecewaan Hemsi terhadap putusan Hakim juga terlihat saat setelah pembacaan putusan oleh Hakim, Hakim langsung memberikan kesempatan kepada Hemsi untuk menyatakan sikap apakah mau melakukan upaya hukum Banding atau tidak. Hemsi langsung menjawabnya dengan membantah putusan yang dibacakan oleh Hakim tersebut bahwa iya tidak melakukan pecurian seperti yang dituduhkan, lalu Hemsi menyatakan banding dan keluar dari ruang sidang sebelum sidang di tutup.

Manager Kampanye WALHI Sulteng Stevandi menjelaskan bahwa, putusan terhadap Hemsi adalah bentuk ketidakadilan dan keberpihakan hukum kepada korporasi rakus lahan.

“Sidang kali ini adalah Potret buruk hukum di negeri kita yang selalu saja tidak berpihak pada rakyat kecil”. Jelas Stevandi.

Dia menambahkan bahwa, kami sudah menduga putusan kali ini tidak akan berpihak pada petani, sebab jarak pembacaan pledoi dan putusan hanya berselang dua hari saja. Patut diduga putusan ini memang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Selama sidang berlangsung, sejumlah petani (rekan-rekan Hemsi) yang berasal dari kecamatan Rio Pakava, membentangkan poster-poster tuntutan tepat di depan pintu sidang hingga sidang selesai.

“Ini adalah bentuk solidaritas terhadap Hemsi yang saat ini di kriminalisasi oleh PT. Mamuang dan negara yang terkesan acuh atas Persoalan ini”. Terang salah satu rekan Hemsi. (YP)

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru