oleh

Korban Jiwa Banjir Manado Bertambah, 1.130 Bangunan Rusak

Bagikan Artikel Ini

MANADO – Satu lagi nyawa melayang akibat bencana banjir Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Seoran Siswa kelas III SMA bernama Irfan ditemukan tewas setelah hanyut.

Informasi ini dirangkum dari Posko Induk Penanggulangan Bencana Kantor Gubernur.

Korban yang hanyut saat banjir di Sungai Loreng, kemudian ditemukan tewas di perairan dekat Cotage Baracuda di Molas, Manado.

Sekprov Sulut, Edwin Silangen membenarkan jumlah korban jiwa bertambah kini sudah 4 orang, setelah kemarin 3 orang meninggal dunia, 2 di antaranya anak-anak.

“Jadi informasi terbaru, ada lagi 1 korban ditemukan,” kata Sekprov, Sabtu (2/2/2019).

Melansir tribunmanado.co.id, 27 Kelurahan di Manado dan sekitarnya terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Di Manado, terdampak banjir dan longsor di 8 Kecamatan, kemudian bencana longsor di Minahasa.

Bencana ini menyebabkan empat korban jiwa, dan tercatat 800 kepala keluarga harus mengungsi dengan jumlah penduduk 2.525 jiwa atau 737 kepala keluarga, 1.130 bagunan terendam air, rusak dan atau hanyut terbawa arus.

Korban meninggal di antaranya Jhon Duarmas (54) warga Taas Lingkungan III, Natalia Lapian (1) warga Mahawu, Richard Patabone (5) warga Kombos Lingkungan III.

Adapun data terdampak Banjir Kota Manado, diantaranya:

  1. Kec. Tuminting (Sumompo, Sindulang, Karangria)
  2. Kec. Singkil (Karame, Ketang Baru, Kombos)
  3. Kec. Bunaken Darat (Bailang)
  4. Kec. Tikala (Taas, Tikala Baru, Banjer, Dendengan, Paal 4)
  5. Kec. Wanea (Bumi Nyiur, Tingkulu, Tanjung Batu, Ranotana, Wanea)
  6. Kec. Wenang (Komo)
  7. Kec. Mapanget (Kairagi)
  8. Kec. Sario (Sario Tumpaan)

Terdampak Longsor:

  1. Kota Manado : Kel. Mahawu, Kel. Taas,
  2. Kab. Minahasa : Desa Tateli Weru Kec. Mandolang, Desa Sumarayar Kec. Langowan Timur, Desa Papakelan Kec. Tondano Timur.
loading...

Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru