oleh

Kopri PMII Komisariat Untad Minta DPRD Sulteng Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Sulteng

Bagikan Artikel Ini

PALU – Puluhan Kader Korps Putri (Kopri) Peregerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar aksi damai menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solawesi Tengah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat papua dan mahasiswa berasal dari papua yang ada di Sulawesi Tengah. Kamis (10/10/2019).

Aksi tersebut dimulai dengan penyampaian orasi oleh koordinator aksi Rika Oktaviana yang juga merupakan ketua Kopri PMII Komisafiat Untad. Penyampaian orasinya dimulai dari depan gedung DPRD.

Rika menyampaikan, bahwa dari semanjak berdirinya negara Samapai hari ini belum juga selesai konflik sosial yang terjadi baik mengatas namakan Agama,suku,ras dan kelompok organisasi.

“Apalagi hari ini Indonesia berdiri dengan asal keberagaman, namun perbedaan tersebut malah dijadikan gerakan permusuhan bukan saling menguatkan”, ungkapnya

Lanjut Rika, padahal sejarah sudah mencatat perjuangan Indonesia melawan penjajah yang berbuah kemenangan hanya menggunakan bambu runcing melawan senjata api karena adanya persatuan dan kesatuan.

Beberapa pekan terakhir keutuhan NKRI lagi mengalami pilu dengan adanya tindakan rasisme dan bahkan saling membunuh hanya di dasari atas ketersinggungan ucapan. Seperti yang terjadi di Wamena dan Surabaya.

Dan dia juga mengatakan, bahwa Keadaan ini pun tidak terlepas dari adanya kepentingan pihak-pihak tertentu untuk berkuasa ataupun ingin menguasai sumber daya alam di Indonesia karena negara ini memiliki sumber daya alam melimpah ruah sehingga semua kepentingan akan berlomba-lomba agar mendapat keuntungan”, jelasnya

Keadaan ini harusnya di sadari oleh semua komponen bangsa apalagi dalam hal penyelesaian masalah yang sebenarnya sudah di cantumkan dalam Pancasila yaitu bermusyawarah dan bahkan di jelaskan dalam agama.

“Olehnya Kopri menginginkan adanya sebuah gerakan yang menguatkan negara, jangan sampai konflik yang sedang terjadi berlarut pada akhirnya merugikan bangsa ini”, tandasnya

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan Gerakan perdamaian ataupun saling melindungi sesama anak bangsa harus segera dilakukan, sehingga tidak ada lagi pihak-pihak tertentu mencoba untuk memainkan issue HOAX yang memperkeruh suasana mengakibatkan permusuhan terus menerus.

“Aksi ini di dasari beberapa poin penting yaitu Mengutuk keras tindakan rasisme yang dilakukan siapapun di dalam negari ini bawa perbuatan tersebut melanggar cita-cita berdirinya Negara”, ucapnya

Kemudian mereka juga meminta agar pemerintah harus menegakkan hukum terhadap para pelaku rasisme karena hal ini sangat berbaya terhadap keberlangsungan bangsa kedepannya hal tersebut pun di benarkan oleh aturan.

“Kopri PMII Untad siap untuk menjaga keamanan dan kenyamanan mahasiswa asal Papua yang hari ini berada di kota palu karena sadar bahwa proses kemerdekaan bangsa dilakukan oleh semua masyarakat yang ada bukan hanya kelompok tertentu sehingga sudah menjadi kewajiban untuk saling menjaga satu sama lain”,

“Dan kopri PMII Untad juga Mengajak DPRD Provinsi Sulawesi tengah untuk memberikan sikap perlindungan terhadap masyarakat papu yang berbeda di kota palu, sebagai wakil rakyat yang harus melindungi seluruh rakyat yang ada Tampa mengenal suku,ras,budaya dan kelompok tertentu”, Tutup Rika dalam mengakhiri orasinya

Usainya penyampaian orasi dan tuntutan, masa aksi ditemui dua perwakilan anggota DPDR Sulteng dari Fraksi PKB, yaitu, Rahmawati M. Nur dan Aminullah. Mereka menyampaikan, bahwa DPRD Sulteng siap mengakomodir semua tuntutan kopri PMII Untad dan siap secara bersama-sama untuk menjamin keamanan dan kanyaman masyarakat dan mahasiswa papua yang berada di Sulawesi Tengah.

Aksi tersebut berakhir dengan penandatanganan petisi oleh perwakilan DPRD Sulteng dan masa aksi.

Penulis: Yayha Afriyanto

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru