oleh

Ketua HMI Palu Kecewa kepada KAHMI, TPM Turun Tangan Lakukan Pendampingan

Bagikan Artikel Ini

PALU – Tim Pengacara Muslim (TPM) Sulteng mendampingi dua kasus yang menimpa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palu yang terjadi pada Rabu (24/04) lalu.

Dua kasus tersebut, yakni penganiayaan yang dilakukan salah satu anggota komisioner Bawaslu dan pengeroyokan secara bersama-sama dilakukan anggota HMI.

Tim Pengacara Muslim (TPM), Andi Akbar Panguriseng, Senin (16/09), menilai ada beberapa hal menyimpang dalam kasus yang menimpa sejumlah anggota HMI.

“Kasus ini harusnya bisa diselesaikan secara internal. HMI tidak perlu masuk ke ranah hukum,” saran Akbar yang juga Anggota Forum Umat Islam (FUI) Sulteng itu.

Anggota TPM lainya, Rizal Sugiarto, mengatakan, pihaknya akan mengupayakan langkah terbaik agar mendapat keputusan adil terkait lima anggota HMI yang telah menjadi tahanan kejaksaan atas kasus pengeroyokan.

loading...

“Selaku alumni HMI, kami turut prihatin dengan kasus ini. Namun secara profesional akan dilakukan upaya hukum, apalagi kasus pengeroyokan tersebut turut melibatkan salah satu anggota komisioner Bawaslu,” kata Rizal.

Ia mengatakan, dualisme dalam satu organisasi adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan, cukup diselesaikan di internal saja.

Sementara Ketua HMI Palu, Reski Febriansyah, mengaku kecewa dengan sikap Korsp Alumni HMI (KAHMI) Sulteng yang tidak mampu menyelesaikan dualisme HMI yang berujung pada proses hukum.

“Sudah berbagai upaya komunikasi dilakukan dengan sejumlah senior KAHMI, namun tidak mendapatkan keputusan di internal,” ungkap Reski.

Ia juga menyayangkan sikap kepolisian yang tidak menindaklanjuti laporan penganiayaan terhadap dirinya.

Hingga kini, laporan kepolisian Nomor: STPL 462/IV/2019/Sulteng/Resor Palu, tidak memiliki kejelasan. (MAL)

Loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar