oleh

Jelang Lebaran, BI Sediakan Rp 217 Triliun Uang Baru untuk Ditukar

Bagikan Artikel Ini

JAKARTA – Jelang Hari Raya Idul Fitri, jasa penukaran uang menjadi primadona bagi masyarakat  yang hendak pulang kampung. Bagi mereka membawa uang baru untuk dibagikan ke sanak saudara sudah menjadi tradisi yang tidak boleh dilewatkan.

Dikutip dari JPNN.com, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan, pihaknya untuk tahun ini menyediakan 2.941 titik penukaran uang yang disebar di seluruh Indonesia. Angka tersebut naik, dari tahun lalu sebanyak 1.176 titik.

“Kenapa BI semangat membuat titik-titik penukaran, karena kita ingin sekali hapuskan kegiatan orang tak bertanggung jawab untuk uang palsu,” kata Rosmaya di IRTI Monas, Jumat (17/5).

Dia menuturkan, penukaran uang jelang idulfitri dalam kurun 5 tahun terakhir mengalami kenaikan cukup tinggi yakni 13,3 persen. Khusus tahun ini kenaikan menyentuh angka 13,5 persen. Situasi ini tak lepas dari masa liburan yang cukup panjang sampai 10 Juni 2019.

Adapula faktor kebaikan kenaikan gaji dan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, pekerja lainnya akan juga mendapat THR dengan nominal yang sudah ditentukan. Sehingga konsekuensinya transaksi keuangan meningkat.

“Masyarakat ini masih bergerak aktif merayakan idulfitri, konsumsi masyarakat juga tumbuh,” lanjut Rosmaya.

BI menyediakan uang sebanyak Rp 217,1 triliun untuk ditukar oleh masyarakat. Nominal itu terbagi dalam pecahan besar di atas Rp 50 ribu sebanyak Rp 197,2 triliun. Dan pecahan kecil di bawah Rp 20 ribu sebanyak 19,9 triliun.

Jumlah tersebut terbagi di seluruh wikalah Indonesia. Untuk di pulau Jawa non Jabotedak sebanyak Rp 84 triliun, Jabodetabek Rp 51,5 triliun, Sumatera Rp 41,2 triliun, sedangkan bagian timur Indonesia Rp 40,4 triliun.

BACA JUGA  Kades Beka Dituntut Lima Tahun Penjara

Diketahui, untuk di DKI Jakarta, limit maksimal penukaran uang yaitu Rp 3,9 juta untuk 1 orang penukar. Dengan nominal tersebut, masyarakat akan mendapat uang pecahan Rp 20 ribu, pecahan Rp 10 ribu, pecahan Rp 5 ribu, dengan masing-masing pecahan sebanyak 100 lembar. Dan pecahan Rp 2 ribu sebanyak 200 lembar.

Adapun tata cara melakukan penukaran di sini yaitu setiap penukar wajib membawa KTP. Kemudian menyiapkan uang yang akan ditukar, apabila ada yang belum membawa uang, panitia menyediakan mesin ATM di lokasi untuk penarikan. Setelah itu, penukar mengambil nomor antrian dan menunggu panggilan di tenda yang sudah disediakan.

1 KTP sendiri hanya boleh melakukan satu kali penukaran. Apabila akan melakukan penukaran lagi dengan identitas sama harus menunggu tiga hari kemudian. Dalam satu hari di tempat ini mampu melayani hingga 1.700 penukar. [***]

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru