oleh

Hance Ajukan Penyitaan Kekayaan Samsulrizal CS

Bagikan Artikel Ini

PARIGI – Hance Yohanes mengajukan penyitaan kekayaan Samsulrizal Tomboloturu sebagai tergugat satu dan Nico Rantum tergugat dua, Arifin Amat tergugat tiga, dalam persidangan gugatan perdata yang dilayangkan oleh pengusaha asal kota palu tersebut.

Sidang gugatan perdata dengan nomor perkara 26/Pdt.G.S/2019/PN Prg, dengan agenda mendengarkan jawaban. Menghadirkan para pihak baik Prinsipal Penggugat Hance Yohanes dan Prinsipal tergugat Bupati Parimo serta dua rekan lainnya, di Pengadilan Negeri Parigi Kamis (3/10).

Melalui kuasa hukumnya, Muslimin Mamulai, mengungkapkan penggugat telah mengajukan penyitaan harta kekayaan yang dimiliki Samsulrizal Cs, baik itu tanah dan bangunan yang berada dalam wilayah Pengadilan Parigi untuk tergugat satu dua dan tiga.“Penyitaan yang diajukan sebagai salah satu jaminan apabila dalam putusan nanti dikabulkan, dan mereka tidak bisa melakukan pembayaran, maka harta yang disita tadi dilelang untuk menutupi berapa hutang yang harus dibayar,” ungkpanya.

Ia menjelaskan, dari setiap dalil yang diajukan, pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti berupa transaksi,  bukti percakapan melalui Watshap (WA) terkait permintaan dana yang menggunkan istilah Babe serta bukti lainnya. Apabila dalil yang diajukan penggugat dibantah oleh tergugat, pihaknya tidak mempersoalkan, silahkan membuktikan dalil yang mereka miliki pada saat sidang pembuktian nanti.

Ia menuturkan, dalam persidangan yang digelar oleh PN Parigi, baik tergugat satu Samsulrizal dan tergugat tiga Arifin Amat, dua kali tidak pernah menghadiri persidangan, meskipun telah mengguasakan kepada penasehat hukum, akan tetapi didalam undang-undang gugatan sederhana (GS) semacam ini baik prinsipal penggugat dan terggugat wajib untuk menghadirinya.“Meskipun ada kuasa hukum tetap dianggap tidak hadir, secara tidak langgsung para tergugat tidak membela hak-haknya. Sementara jawaban yang mereka masukan tidak dianggap, hanya Nico Rantum saja yang diterima jawaban,” jelasnya.

Kuasa Hukum tergugat, Sahrudin Ariestal mengatakan, Nico Rantum dalam jawaban gugatan sederhana nomor 26, bahwa tidak pernah menerima uang sebanyak Rp 210 juta. Sebagaiman dalil yang disampaikan pihak penggugat, terggugat dua telah menerima uang sebanyak dua kali, pertama Rp 200 juta kedua Rp 10 juta. Padahal kata dia, dana tersebut merupakan pinjaman terggugat tiga yakni Arifin Amat secara pribadi kepada penggugat.

Secara kronologisnya kata dia, tergugat dua diperintahkan oleh penggugat untuk mencairkan dana disalah satu bank, yang kemudian diserahkan kepada tergugat tiga, tiba-tiba dalam hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan terdapat selisih Rp 247 juta hasil pekerjaan dari sudara Hance.“Jadi uang yang dipinjam arifin dari penggugat sebanyak Rp 230 belum dipakai, karena adanya temuan perusahaan penggugat, maka digunakan untuk membayar hasil temuan BPK tersebut, jadi disini yang memiliki hutang adalah penggugat sebanyak Rp 17 juta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kliennya yakni tergugat tiga mengetahui bahwa tidak memiliki hutang lagi kepada penggugat. (MAL)

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 51
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru