oleh

Gempa 5,0 SR Guncang Donggala, Ribuan Warga Mengungsi Lagi

Bagikan Artikel Ini

PALU – Ribuan warga yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah timur Kabupaten Donggala, khususnya yang mendiami pesisir, kembali mengungsi setelah gempa bumi berkekuatan 5,0 SR mengguncang wilayah itu, Rabu (13/03) sekitar pukul 08.57 Wita.

Dari sejumlah kecamatan itu, dua di antaranya adalah Kecamatan Sirenja dan Balaesang.

Salah satu tokoh pemuda Sirenja, Fuad yang dihubungi dari Palu, membenarkan hal tersebut. Kata dia, gempa tersebut kembali membuat warga panik dan memilih menjauh dari daerah pesisir.

“Di Kecamatan Sirenja Desa Dampal kembali mengungsi ke tempat pengungsian lalu. Warga Desa Tompe mengungsi di Desa Sibado, begitu juga dengan Balaesang. Wilayah pesisir ditinggalkan,” ujar Fuad.

Warga memilih mengungsi untuk menjaga kemungkinan terjadi tsunami, karena tidak ada pemberitahuan dari pemerintah terkait kejelasan potensi yang diakibatkan gempa itu.

Fuad mengatakan, gempa yang terjadi di waktu sekolah itu, membuat pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan siswa-siswi untuk berkumpul dengan keluarga masing-masing. Bahkan siswa-siswi SMAN 1 Sirenja yang saat itu akan melaksanakan geladi bersih Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), batal melaksanakannya. Meski pelaksanaannya merupakan agenda nasional.

“Semua siswa-siswi memilih pulang, tidak ada yang mau sekolah. Terpaksa guru juga pulang, pasti karena masih trauma. Padahal mereka mau geladi bersih UNBK,” terangnya.

Hingga malam, warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, namun masih tetap mewaspadai datangnya gempa susulan.

“Ada yang sudah pulang di kampung tapi hanya sebagian, itupun hanya ingin menjaga rumah masing-masing,” tandasnya.

Sementara Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Eka yang berada di Lompio, mengatakan, saat ini warga mengungsi ke kaki gunung yang sebelumnya menjadi tempat pengungsian warga pada 28 September silam.

BACA JUGA  Mesum di Dalam Masjid, Pasangan Ini Rusak CCTV

“Kami membantu mereka mengangkat barang ke kendaraan,” kata Eka.

Gempa bumi kemarin juga disusul hujan lebat disertai angin kencang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, guyuran hujan membuat warga belum berani kembali ke rumah masing-masing.

“Warga masih bertahan di tempat ketinggian. Hujan dan angin kencang masih menyelimuti sehingga warga belum berani pulang ke rumah,” kata Chandra Chan, Tim Media ACT Sulteng.

Gempa bumi Tektonik berkekuatan 5,0 Skala Richter kembali menguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Rabu (13/03).

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,01 LU dan 119,66 BT atau tepatnya berlokasi di lau pada jarak 50 KM arah utara Kabupaten Donggala pada kedalan 10 KM. (YMN/KABARSELEBES)

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru