oleh

Ditangkap, Pencuri Alat Pendeteksi Gempa di Palu Berstatus Pelajar

Bagikan Artikel Ini

SIGI – Aparat kepolisian menangkap dua pencuri dan penadah perangkat alat pendeteksi gempa sesar Palu Koro milik BMKG Stasiun Geofisika Palu, Selasa, 23 Juli pekan lalu.

Pelaku ditangkap bersama barang bukti bernilai Rp700 juta.

Keduanya adalah Sofan alias Opan (43) warga Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru yang berstatus sebagai penadah dan AG (14) yang diketahui masih berstatus sebagai pelajar.

AG bersama dua rekannya (DPO), mencuri 1 unit sensor broadband Nanometics, 3 baterai merk Haze, 1 solar panel merk BP Solar BP 38OJ serta satu unit solar regulator.

Mereka mencuri alat tersebut di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, pada Juni 2019.

“Keduanya ditangkap atas petunjuk postingan di facebook (FB) melalui grup Info Kota Palu (IKP) untuk dijual dengan harga yang sangat murah. Dari hasil pemeriksaan, empat orang terlibat pencurian tersebut. Dua orang kami tangkap dan dua orang lainnya masih DPO,” ujar Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri, Senin (29/07).

Pihaknya, kata dia, juga sudah mengantongi identitas dua pelaku lainnya, yakni ST dan AH.

Menurut Wawan, AP mengaku ikut mencuri alat pendeteksi gempa untuk bermain di warnet juga membeli narkoba.

“Pelaku utama ada tiga orang. Dia (AG) ditangkap di sekolahnya dan mengaku barang milik BMKG itu akan dijual untuk bermain di warnet dan menggunakan sabu-sabu,” kata Wawan.

Saat ditanya wartawan, AP mengaku tidak mengetahui bahwa alat yang dicuri merupakan pendeteksi gempa sesar Palu Koro.

“Karena itu barang dipasang di bangunan yang ada di pegunungan,” katanya.

Sedangkan Sofan alias Opan juga mengaku tidak mengetahui bahwa alat yang dijual kepadanya senilai Rp480 ribu merupakan milik BMKG.

BACA JUGA  Kamar Kos Terbakar di Manimbaya, Satu Meninggal

“Sebab penjualnya mengaku butuh uang untuk beli makanan dan menurutnya bahwa barang tersebut adalah sisa-sisa dari tsunami dan likuifaksi,” kata dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku pencurian tersebut dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-4 dan 5e KUHP. Sedangkan penadah dijerat Pasal 480 Ayat (1). (MAL)

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 57
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru