oleh

Dana Stimulan Tahap Dua Segera Dicairkan

Bagikan Artikel Ini

PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng bersama perwakilan dari Menkopolhukam dan Danrem 132 Tadulako bersama pihak terkait, melaksanakan rapat percepatan pelaksanaan dana stimulan tahap II dan percepatan proses pembangunan hunian tetap (huntap), di Ruang Rapat Polibu, Senin (14/10).

Dana yang akan ditransfer untuk dana stimulan tahap II tersebut yakni sebesar Rp1,972 triliun lebih.

Perwakilan Menkopolhukam, Kol Sutikno, menyampaikan, rapat itu dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil rapat percepatan rehab dan rekon dampak bencana Sulteng, di Istana Wapres tanggal 6 Oktober 2019 lalu, serta hasil kunjungan Wapres di Sulteng, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang ada, kata dia, dana stimulan tahap II, masing-masing rumah rusak berat sebanyak 15.448 unit, rusak sedang 27.706 unit dan rusak ringan 42.609 unit.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Sulteng, Dr. Bunga Elim Somba, menyampaikan, penyaluran dana stimulan tahap II akan dilaksanakan sesuai arahan Wapres. Menurutnya, pencairan untuk rusak sedang dan ringan akan ditransfer ke rekening yang berhak.

Untuk percepatan pembangunannya huntap, lanjut dia, maka akan dibantu TNI. Saat ini Pemerintah Kota Palu dan kabupaten terdampak, sedang mempercepat validasi data BNBA penerima.

loading...

Sementara Wali Kota Palu, Hidayat, menyampaikan, saat ini masih terdapat perbedaan data penerima dana stimulan tahap II, di mana banyak masyarakat yang tidak menerima dana stimulan, sementara mereka juga mengalami kerusakan rumah.

Hidayat juga mempertanyakan kinerja Badan Pertanahan Nasional  (BPN) yang tidak melaksanakan perintah Wapres agar HGU yang sudah habis masa berlakunya, segera dicabut dan dimanfaatkan untuk pembangunan huntap.

“Tapi sepertinya BPN tidak mengindahkannya. Saya heran siapa lagi yang bicara agar bisa dilaksanakan BPN. Setahu saya hanya Tuhan yang belum bicara terkait kesiapan lahan,” keluh Hidayat.

BACA JUGA  Nenek Moyang Masyarakat Palu sudah Kenal Likuifaksi, Istilahnya Nalodo

Olehnya, ia meminta  agar SK Gubernur tentang Pelok harus dipatuhi dan segera dilaksanakan.

Selanjutnya Danrem 132 Tadulako, Kolonel. Agus Sasmita menyampaikan, pihaknya melibatkan 600 personel untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan rumah rusak berat. Sementara personel Polri sebanyak 270 orang, BPBD 30 orang dan masyarakat 100 orang.

“Kami mengharapkan dukungan pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan dana stimulan tahap II. Diharapkan juga kepada bupati dan wali kota untuk segera menetapkan BNBA penerima dana stimulan sebagai dasar kami untuk melaksanakan kegiatan di lapangan. Ke depan harus juga dirumuskan kriteria penerima dana stimulan,” tandasnya. (YMN)

Loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 117
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar