oleh

BPM FH Untad Gelar Dialog Kebangsaan

Bagikan Artikel Ini

PALU – Gerakan radikalisme menjadi isu hangat akhir-akhir ini. Banyak lembaga kemasyarakatan mengkampanyekan terkait bahaya radikalisme dikalangan pemuda dan mahasiswa.

Semangat inilah yang membuat Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan dengan tema “Peran Mahasiswa Dalam Menyikapi Isu Radikalisme untuk Menjaga Keutuhan Bangsa”. Acara itu diselenggarakan di Gedung VICON Fakultas Hukum Universitas Tadulako, kamis, (17/10/2019).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum, Dr.H.Awaluddin SH.,SE.,MH mengatakan,  Peran mahasiswa sebagai agen of change sangat berpengaruh untuk mengurangi paham radikal yang ada di lingkungan mahasiswa.

Menurutnya, “persoalan radikalisme tentunya tidak terlepas dari peran-peran mahasiswa terutama kampus Universitas tadulako”, terangnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pembicara yang berkompeten, diantaranya, Kesbangpol Sulteng Fahruddin Y ambas , Dr. Aminuddin Kasim SH.,MH Akademisi Fakultas Hukum Untad dan Muhammad Rafiq Aktivis Pergerakan.

Ketiga Narasumber tersebut memaparkan informasi seputar perkembangan radikalisme di lingkungan kampus dan langkah untuk menangkal gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa.

loading...

Akademisi Fakultas Hukum Untad, Dr.Aminuddin Kasim berpendapat, bahwa isu radikalisme ini menjadi isu yang banyak diangkat akhir-akhir ini, bahkan dikatakan kampus adalah salah satu tempat tumbuhnya radikalisme, bnarkah itu ?

Dia menjelaskan, Radikalisme ini adalah satu paham yang selalu mengiginkan perubahan-perubahan secara cepat mengunakan gerakan ekstrim.

“Mahasiswa adalah salah satu cara untuk menangkal radikalisme, sekarang kita akan masuk di era 4.0 mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita akan masuk di era itu, kalau kita tidak siap maka kita akan tertinggal”, katanya.

“Kalau kita bicara peran mahasiswa bagaimana menjaga keutuhan bangsa saran saya sederhana saja, belajar-belajar dan belajar meningkatkan kualitas diri untuk menangkap masa depan yang lebih baik ”, tandasnya.

Mayoritas peserta dialog adalah para mahasiswa dan aktifis lembaga, turut hadir juga jajaran dosen dan civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Tadulako.

Reporter ; Fahreza

Loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar