oleh

Asal Usul Sapi Sonok Hingga Dikunjungi Turis Asing

Bagikan Artikel Ini

BANGKALAN – Festival sapeh sonok alias kontes sapi sonok digelar di alun-alun Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur. Sabtu (5/10/2019).

Kontes sapi cantik itu diikuti 39 sapi berasal tiga Kabupten di Madura. Yakni, 15 sepasang sapi dari Kabupaten Sumenep, 15 dari Kabupaten Pamekasan, dan 9 sapi dari Kabupaten Sampang.

Kontes itu digelar dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-74. Serta rangkaian karapan sapi piala presiden 2019 yang akan digelar Minggu (6/10/2019) besok di stadion karapan sapi M. Nur Bangkalan.

Kepala Bidang Kemasyarakatan Bakorwil Pamekasan Ahmad Bahtiar menerangkan jika Festival Sapi Sonok lebih ditepat disebut kontes Sapi Bersolek.

Sebab sepasang sapi betina itu terlihat sehat, badan kekar dan kulit mengkilat, tapi juga diberi aksesoris sehingga tampil meriah. Lantas, sapi pun melenggok dengan iringan musik tradisional saronen itu.

“Sebelum kontes kecantikan sapi ini dimulai, pemiliknya mengarak sepasang sapi itu diluar arena dengan diiringi musik saron atau tepatnya musik rakyat khas identitas Masyarakat Madura,” terang Bahtiar.

Asal Usul ‘Sapeh Sonok’

Sapi Sonok ialah sepasang sapi Madura betina yang mengikuti kontes kecantikan. Sepasang sapi itu diapit menggunakan ‘pangonong’ serta terampil mengikuti instruksi pawang, lalu pasangan sapi berjalan-jalan dengan langkah jalan neter kolenang (mengikuti irama musik) untuk menuju atau memasuki sebuah gapura.

Sapi Sonok mempunyai postur tubuh yang sangat bagus dan dipelihara dengan baik, ia dilatih berjalan lurus. Pada saat kontes, sepasang sapi cantik itu dipakaikan perhiasan pada tubuhnya, dipakaikan pula minyak agar tubuh sapi mengkilat.

loading...

Dalam bahasa Madura, diketahui sonok merupakan kepanjangan dari sokonah nungkok yang berarti ‘kaki naik’.

Perbedaan Versi Sapi Sonok

Versi Pertama, bahwa kesenian sapi Sonok diperkenalkan pertama kali oleh H. Achmad Hairudin, seorang kepala desa Dempo Barat Kecamatan Pasean, Pamekasan pada tahun 1964.

Pada saat itu, sapi selain dimanfaatkan untuk membajak sawah juga sebagai hiburan. Sepasang sapi dijalankan secara bersama-sama, kemudia pasangan sapi diadu dengan pasangan sapi lainya. Hingga akhirnya, kegiatan ini menjadi perlombaan dan terbentuklah perkumpulan peternakan sapi Sonok.

Versi kedua, menyebutkan sapi sonok digagas dari sebuah musyawarah perkumpulan taccek. Bermula dari penugasan bapak Mansoer seorang pegawai pemerintah Dinas Perternakan di Kabupaten Pamekasan. Sebagai petugas beliau melaksanakan penyuluhan dan berusaha memecahkan masalah seputar peternakan di wilayahnya.

Turis Ceko Saksikan Kontes Sapi Sonok

Kemolekan puluhan pasang sapi sonok memang menyedot perhatian ratusan pasang mata penonton, salah satunya David, Turis Asal Ceko yang pertama kali menyaksikan Festival sapi Sonok itu.

Melihat sapi sono berjalan gemulai serta diiringi group musik tradisional saronen yang berjalan di belakangnya merupakan pertunjukan yang special bagi David dan istrinya Klara.

“It’s Spacial, extraordinary (ini spesial, luar biasa),” kata David.

Menurut David, ini Festival Sapi Sonok adalah pertunjukan Sapi yang kental akan budaya.

“Original, saya pernah melihat pameran serupa di Singapura dan Malaysia, tapi menyaksikan langsung seperti saat ini luar biasa, sangat kental budayanya,” ungkap David.

Sementara itu menurut Klara yang tak lain istri David menyampaikan, pertunjukan semacam ini seharusnya bisa mendatangkan lebih banyak Wisatawan Asing.

“Sama kebersihan lebih diperhatikan, pasti banyak turis yang datang,” tutur Wanita Asal Surabaya tersebut. [Rusdi]

Loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 405
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar