oleh

9.110 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Patuh Tinombala 2019

Bagikan Artikel Ini

PALU – Sebanyak 9.110 surat tilang dikeluarkan oleh aparat kepolisian selama pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2019 yang dilaksanakan Polda Sulteng beserta jajaran, sejak 29 Agustus sampai 11 September atau selama 14 hari.

Wakil Direktur Lalulintas Polda Sulteng, AKBP Agustin S. Tampi, mengatakan, dari hasil operasi patuh, ditemukan pelanggaran lalulintas yang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, dari 7,726 kasus menjadi 9,411 kasus atau naik 21 persen.

Khusus penindakan pelanggar dengan tilang juga mengalami peningkatan, dari 7,569 kasus di tahun lalu, menjadi 9,110 kasus di tahun ini atau naik sebesar 20 persen

“Persentase pelanggaran tertinggi tahun ini terjadi di wilayah kerja Polres Palu, kasusnya juga naik menjadi 1874 kasus atau 28,27 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 1461 kasus. Yang terendah di Bangkep, pelanggarannya malah menurun dari tahun sebelumnya, dari 468 menjadi 139 kasus atau turun 70 persen,” kata Agustin, Kamis (12/09).

Ia menambahkan, pelanggaran tertinggi masih didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, yaitu sebanyak 2096 kasus atau naik 1,55 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2064 kasus.

Ia menambahkan, jumlah kecelakaan lalu lintas selama operasi berlangsung, secara umum mengalami penurunan, dari 45 kasus menjadi 33 kasus atau turun 26,67 persen. Sementara korban meninggal dunia (MD) tidak mengalami perubahan atau sama dengan tahun lalu, yakni 11 korban jiwa.

“Satker yang mengalami persentase tertinggi tahun ini yakni Polres Morowali. Sedangkan Polres yang mengalami penurunan persentase yang signifikan yakni Polres Palu,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Suoranoto, berharap, dengan selesainya Operasi Patuh Tinombala ini dapat menimbulkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat pengguna kendaraan.

BACA JUGA  Selama Januari, Ekspor Sulteng Naik 4,22 Persen

“Kami berharap masyarakat menjadi terbiasa untuk taat aturan dan menjaga keselamatan dalam berlalu lintas, bukan karena takut sanksi tilang dan sebagainya,” katanya. (MAL)

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru