oleh

14 Anggota Polda Sulteng Dipecat

Bagikan Artikel Ini

PALU – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng Brigjen Pol. Luqman Wahyu Haryanto, akhirnya memecat 14 anggota polres jajarannya secara tidak hormat melalui sidang komisi kode etik profesi Polri.

Keputusan itu dituangkan dengan Nomor : KEP/21/VIII/2019/KHIRDIN tanggal 12 Agustus 2019 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat 14 personil Polda Sulteng dan jajaran yang diteruskan kepada Kasatker jajaran.

“Penerusan Surat Telegram Kapolda Sulteng itu Nomor : STR/198/KEP/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sulteng Kompol. Sugeng Lestari seperti dilansir dari MAL, Rabu (14/8).

Dalam penjelasannya, Kompol Sugeng mengatakan, bahwa hal itu telah menjadi komitmen Institusi Polri untuk membersihkan jajarannya dari anggota yang terbukti terlibat kasus tindak pidana maupun Kode Etik Profesi Polri. Bahkan yang terlibat penyalahgunaan Narkoba, baik sebagai pemakai terlebih sebagai pengedar Narkoba serta

Sugeng menyebutkan, bahwa 14 peronel tersebut masing–masingnya adalah Bripka Ridwan Ifan Tahulendeng dan Bripka Lepeanto Paranda asal Polres Poso, Bripka I Putu Dedi Artono Jabatan Bidkeu Polda Sulteng dan Briptu Sofian asal Polres Donggala.

Selanjutnya, Bripka Muhammad Rizen Lamakarate, Brigadir Andi Pranata dan Bripda Rinaldi asal Polres Sigi, Brigadir Junior Kristianto, Brigadir Ayis Tane, Bripda Moh. Iksan Usman dan Bripda Zikril Hakym asal Polres Buol Polda Sulteng.

Loading...

“Kemudian, ada Brigadir Rico Kristmasta Tambunan asal Polres Touna, Briptu La Ode Muh.Sadam Ansar asal Polres Morowali dan Briptu Muhamad Istan asal Polres Tolitoli Polda Sulteng,” sebutnya.

Kompol Sugeng menambahkan, setelah melalui evaluasi dan penilaian 14 personil yang di Pemberhentian Dengan Tidak Hormat tersebut sudah dianggap tidak layak, dan tidak dapat dipertahankan menjadi anggota Polri.

“Kasusnya itu tiga belas personil kasus disersi dan satu personil terlibat penyalahgunaan Narkoba,” Pungkasnya.

Lalu katanya, bahwa tindakan tegas pemecatan yang dilakukan pimpinan Polri setelah melalui mekanisme sesuai peraturan yang ada. Pimpinan menelaah bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota, kemudian berlanjut dalam proses menyidangkan perkara.

“Dan Tindakan tegas pimpinan ini merupakan peringatan kepada seluruh bawahannya, supaya menjalankan tugas dengan baik dan benar. Pimpinan tidak akan menoleransi anggota jika terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, Tidak ada ampun langsung dipecat,” katanya.

Sementara itu, kepada masyarakat sulteng Kapolda menghimbau, agar jika ada oknum tersebut yang masih mengaku sebagai anggota Polri dan membuat keresahan, atau melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat, segera di Laporkan kepada Kepolisian setempat. (Fld)

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 120
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar