Apakah Boleh Vaksin saat Haid? Begini Faktanya

Sejak Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, sudah banyak sekali isu-isu yang beredar tentang virus ini. Mulai dari isu asal-usul virus corona, berbagai macam cara membunuh virus corona, hingga isu tentang vaksinasi corona itu sendiri.

Salah satunya, yaitu isu untuk tidak melakukan vaksin saat haid. Isu ini membuat para wanita kebingungan dan takut untuk melakukan vaksin. Padahal, jika melihat kondisi pandemi yang tidak kunjung selesai ini, kita harus berfokus dalam peningkatan jumlah orang yang divaksin. Kalau Anda ingin memastikannya dengan segera, Anda bisa konsultasikan secara online bersama dokter terpercaya melalui aplikasi ini!

Jadi, apakah boleh vaksin saat haid? Berikut penjelasannya!

Bolehkah vaksin saat haid?

Banyaknya desas-desus tentang vaksin Covid-19 membuat kita semakin bingung. Apalagi di tengah kondisi pandemi yang tak kunjung mereda. Berikut ini beberapa fakta tentang vaksinasi Covid-19:

  1. Bermula dari postingan Facebook

Awalnya, beredar pengakuan yang dilontarkan oleh wanita asal Israel di laman Facebook. Pengakuan tersebut mengatakan bahwa vaksin Covid-19 ini membuat siklus haidnya menjadi maju.

Faktanya, melalui beberapa penelitian yang dilakukan untuk membuktikan hubungan siklus menstruasi dan juga Covid-19, memang terjadi sedikit perubahan pada siklus menstruasi. Namun, perlu diperhatikan bahwa siklus menstruasi akan kembali normal setelah 1 bulan. Jadi, melakukan vaksinasi Covid-19 tidak akan mempengaruhi siklus menstruasi Anda selamanya. Anda tidak perlu khawatir!

  1. Vaksin saat haid tidak dapat memperparah gejala pasca vaksinasi

Saat haid, seringkali Anda merasakan nyeri pada bagian perut bagian bawah dan pinggul, pegal, serta lemas. Hal itu sangat wajar dirasakan saat menstruasi tiba. Tetapi, gejala tersebut biasanya hanya berlangsung 1-2 hari saja.

Hal tersebut tidak akan mempengaruhi atau memperparah gejala pasca vaksinasi Covid-19. Seperti yang Anda ketahui, setelah melakukan vaksin, pada beberapa orang akan timbul KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi). Biasanya setelah vaksinasi, Anda akan merasakan demam, pegal di area bekas vaksin, hingga ngantuk berlebih. Namun, dapat dipastikan bahwa vaksinasi saat haid tidak akan memperparah gejala setelahnya.

BACA JUGA  Viral Tangan Vaksinator Gemetar, Begini Respon Jokowi
  1. Saat sedang demam, tidak dianjurkan untuk melakukan vaksin

Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang saat haid, Anda akan merasa demam dan meriang. Hal ini biasa disebabkan oleh kadar hormon yang naik turun pada saat menstruasi.

Jika Anda sedang demam saat sedang haid dan sudah menjadwalkan untuk vaksin Covid-19, sebaiknya Anda urungkan niat tersebut. Pasalnya, sebelum melakukan vaksinasi, kondisi Anda sebelumnya akan diperiksa terlebih dahulu. Jika lebih dari 37,5 derajat celcius, maka Anda otomatis akan ditolak oleh petugas kesehatan.

Hal yang terjadi saat siklus haid

Supaya lebih paham kondisi tubuh Anda saat haid, berikut penjelasan tentang hal yang terjadi pada tubuh Anda saat siklus haid, baik sebelum, saat menstruasi, dan sesudah menstruasi:

  1. Satu bulan sebelum haid

Satu bulan sebelum haid, follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) akan dilepaskan oleh kelenjar pituitari yang berada di otak manusia ke dalam aliran darah. Kedua hormon inilah yang akan memberi tanda pada ovarium untuk melepaskan sel telur. Hal ini bisa disebut dengan masa ovulasi.

Setelah itu, ovarium kemudian akan melepaskan sel telur ke saluran indung. Sel telur ini nantinya akan mencari rahim dengan sendirinya. Pencarian rahim ini biasanya memerlukan waktu beberapa hari. Proses ini sendiri akan meningkatkan produksi dari hormon estrogen.

  1. Saat haid

Saat menstruasi, rahim akan melepaskan hormon prostaglandin. Hal ini berfungsi untuk membantu proses pelepasan jaringan dan juga darah yang menumpuk di rahim. Pada hari pertama sampai hari kedua, perut bagian bawah Anda biasanya akan terasa nyeri. Nyeri terjadi karena hormon prostaglandin memaksa otot rahim untuk berkontraksi.

Periode menstruasi pada setiap wanita juga berbeda-beda. Sebagian besar wanita akan menstruasi selama 3-5 hari. Selama haid ini juga akan terjadi perubahan pada mood Anda. Sehingga, Anda akan sedikit lebih sensitif dan lebih mudah marah dari biasanya. Perubahan mood ini biasanya disebut dengan PMS (premenstrual)

BACA JUGA  Sekjen Bemut, Vaksinasi Merdeka Untuk Mahasiswa Se-Kota Palu Dibagi 3 Titik
  1. Masa haid berakhir

Biasanya haid akan berakhir pada hari ke-6. Jika sebelumnya Anda mengalami perubahan mood yang tidak menentu, maka pada hari ke 6 ini biasanya hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

Kemudian, setelah berakhirnya masa menstruasi ini, ovarium kembali mempersiapkan sel telur yang ‘matang’ untuk kembali mengulang siklus menstruasi.

Selama masa menstruasi ini, kekebalan tubuh seorang wanita juga akan terpengaruh. Selain itu, saat masa ini, wanita akan lebih mudah merasakan nyeri karena adanya penurunan hormon estrogen dalam tubuh.

Menurut juru bicara Society of Women’s Health Research, Amerika Serikat, pada saat menstruasi akan terjadi peningkatan pH pada vagina Anda. Jika ditambah dengan adanya perubahan hormon selama menstruasi, maka akan menyebabkan meningkatnya infeksi bakteri pada organ intim kewanitaan Anda. Tentunya Anda tidak ingin hal tersebut terjadi dan mengganggu jadwal vaksin Covid-19 Anda, bukan?

Sehingga, menjaga kebersihan organ intim kewanitaan saat menstruasi dan mengetahui siklus haid menjadi hal yang sangat penting. Ini perlu untuk diketahui, agar Anda bisa menjaga tubuh Anda sebagai persiapan sebelum melakukan vaksinasi. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi khawatir jika melakukan vaksinasi pada saat masa haid.

Lalu, kesimpulannya, apakah boleh vaksin saat haid? Jawabannya adalah boleh. Vaksin tidak akan banyak mempengaruhi siklus menstruasi pada umumnya. Tetap perhatikan siklus menstruasi agar Anda dapat menjaga kondisi tubuh saat akan divaksin. Jika masih belum yakin, jangan lupa untuk mengkonsultasikannya dengan dokter secara online, ya!

Komentar