Adobe Flash ‘Undur Diri’, Pengguna Diminta Hapus Software Flash Player

Bagikan Artikel Ini

JAKARTA — Terhitung per 1 Januari 2021, Adobe Flash resmi “undur diri” dari sistem komputerisasu pengguna. Atas sikap tersebut, Adobe mengimbau agar para penggunanya segera menghapus software Adobe Flash Player yang sudah terpasang di komputer maupun laptop.

Diberitakan Viva.co.id dari situs 9to5Mac, Minggu (3/1), Adobe memberi kesempatan waktu para penggunanya untuk meng-uninstall semua aplikasi yang berkaitan dengan Adobe Flash. Setelah dibersihkan, secara sistematis Adobe akan memblokir semua konten Flash agar tidak kembali berfungsi di Flash Player.

Baca Juga: Setelah Anosmia, Muncul Parosmia yang Jadi Gejala Baru COVID-19

Bukan tanpa sebab Adobe menyarankan penghapusan software tersebut. Pasalnya, penghapusan konten yang berkaitan dengan Adobe Flash ini dapat memungkinkan membantu para pengguna melindungi semua privasi pada sistem komputerisasi yang dimiliki.

“Menghapus instalasi Flash Player akan membantu mengamankan sistem Anda karena Adobe tidak bermaksud untuk mengeluarkan pembaruan Flash Player atau patch keamanan,” jelas perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini.

Selain demi menjaga privasi para pengguna, Adobe menyatakan peringatan penghapusan yang dikirim melalui sistem komputerisasi kepada para pengguna ini ditujukan agar jika ada sistem pembaharuan atau update system Flash di masa mendatang, para pengguna bisa terhindar dari bahaya.

Inilah yang harus dilakukan untuk menghapus total Adobe Flash dari perangkat Mac:

-Membatalkan otorisasi Flash di Mac

Pertama menuju ke System Preferences> Flash Player. Kemudian Di kanan atas, klik tab Advanced.

Pilih Batalkan Otorisasi Komputer Ini.

-Hapus sepenuhnya Adobe Flash

Buka jendela Finder lalu pilih Applications, kemudian cari aplikasi Adobe Flash Player Install Manager.

Buka Adobe Flash Player Install Manager> klik Uninstall.

Anda akan mendapatkan konfirmasi ketika platform berhasil dihapus.

Agar lebih pasti, gunakan alat Clean My Mac atau Sensei, untuk mencari dan menghapus file Flash yang tidak lagi relevan.

Sudah diramal Steve Jobs

Penghapusan Adobe Flash ini rupanya sudah diramal oleh CEO Apple, Steve Jobs. Kala itu, ia tengah melakukan tur publisitas untuk Apple iPad pada 2010. Steve yang menjadi narasumber di event tersebut menjawab pertanyaan seorang reporter terkait mengapa iPhone dan iPad tidak menginstall Adobe Flash.

Mengutip Uzone.id, Flash Player yang dapat menjalankan iklan dan video game itu disebutnya sebagai “CPU hog” dan “buggy” serta penuh dengan “lubang keamanan”. Selain itu, Adobe Flash dapat menguras ketahanan baterai ketika Apple mengujinya pada iPad.

Bulan sebelumnya, Jobs menyerang Adobe selama sesi tanya jawab untuk karyawan Apple. Dalam acara tersebut, Jobs mengatakan bahwa ketika Mac terjadi crash, biasanya karena Flash.

Baca Juga: Smartphone Tanpa Charger, Samsung Susul Apple dan Xiaomi

Bukan berarti peretas tidak bisa membuat Adobe Flash bekerja pada iPhone, video pada Juni 2010 menunjukkan “tahap paling awal” dari Flash yang diretas ke perangkat iOS. Jobs mengungkapkan, baterai habis dan masalah keamanan tidak akan lenyap secara ajaib dengan melakukan peretasan.

Google sendiri menyambut Adobe Flash ke dalam ekosistem Android sebagai pembeda dari iOS. Motorola DROID dan Nexus One adalah dua dari beberapa ponsel Android yang mendapat Flash.

Mobile Flash bisa memungkinkan iklan animasi dan video game tertentu berjalan di peramban (browser). Selain lambat, juga menguras baterai ketika perangkat menggunakan Mobile Flash.

Keberadaan Adobe yang mendukung Flash Player pun telah diakhiri pada 31 Desember 2020. Kemudian, setelah 12 Januari 2021, konten Flash akan diblokir. Steve Jobs benar dengan ramalannya bahwa HTML5 akan menggantikan Flash. Dimulai pada tahun 2015, aplikasi seperti YouTube telah menggantikan Flash dengan HTML5, seperti dilansir Uzone.id dari Phone Arena.

loading...

Bagikan Artikel Ini

Komentar